Isnin, Mei 30, 2005

Almost pathetic...






























My first day in a brand week, and I got up at almost 7:30. I hit the bathroom, then lay on the floor in the living room, checking and rechecking what a dull weekend it’s been. An hour later - at the office; doing my thing.

For reasons that are much too complicated to explain ( …which is to say, I don't know what they are), it's been an age since I posted a thoroughly mysterious and boring post. Ah, well! Consider this a thoroughly mysterious and boring post, at least for now.
...

Lots of stuff going on in my head, most of it either odd or interesting. In addition, I have a handful of problems in my head that wants to be solved, while I have :

a) a lot of friends which don’t even know how I ‘function’ lately and how I’ve ‘changed’ over the years, and

b) no-one waiting or asking me for the whole story in question. I think I shall ask myself to wait a bit longer until I have time to write it in a novel book form, and hope it's still up there in my brain when I do get the chance to publish it. It is most vexing.

The weird thing about this blog is the way that questions or statements or comments come in about things I keep meaning to talk about. It's been happening for almost frequently, so you people think I'd get used to it, but I never do. For example, yesterday I wound up having a long conversation with myself telepathically and then pondering about making sure that people didn't think that I was a loner and a conservative.

And I keep weighing it in my head, the sorrow at losing intimacy and companionship with the knowledge of how fortunate I was to have known them (re:friends).

( "you're always sorry, you're always grateful," as I said about something quite different ).

I'm more grateful than sorry.

Khamis, Mei 26, 2005

Let's see... did the normal 'work' routine today. All terrific but my pacing. It is strange being someone who cant seem to be stressed out about work eventhough I've been bursting a few datelines.Wednesday is just like any other Wednesday. Nothing extra, I guess. Need to work on 'the fun side' of life this weekend.

On temporary Mee Maggi regime for this last few weeks before June(duit gaji abis entah ke mana). It almost rained today. Tonight I think I do laundry.

That's about it for excitement today, other than noticing in the mirror that I actually now have a chubby face no thanks for the short hairdo. I have a theory that no-one can recognise me with a short hair, which, despite no-one ever not recognising me without short hair... I persist in believing, because I surprise myself each time I look in the mirror.

Pondering the huge quantities of comics,papers, scripts (and computer files). I started wondering whether I should find an academy or somewhere that would like them, sort them, and keep them safe. These days they're everywhere, at the mercy of nibblesome termites and territorial pests, which I suspect is not the best place for them to be. How does one go about choosing a solitary (or do they choose you? I have no idea how this works).


Right. Off to neverland while staring out at space and time...

Ahad, Mei 22, 2005

Saat Aku Tak Ingin Menjadi 'Manusia'

Apakah pada dasarnya manusia adalah 'tidak sempurna'? Tak punya perasaan yang cukup, suka menyakiti dan selalu berfikir ke belakang? Apakah manusia itu sendiri adalah dilema hidup hingga mesti lahir kata etika,norma,sopan santun hingga harus ada pegangan dan prinsip? ...dan semua inilah diandaikan mampu merubah segala 'ketidak sempurnaan' itu?

Bagaimana menjadi manusia?

Aku runsing dengan pertanyaan seperti itu(yang biasanya akan diajukan buat diri sendiri). Ia mengandaikan suatu yang formatif,yang patut dan seharusnya.

Bagaimana menjadi manusia adalah bagaimana agar diterima manusia lain... dimasukkan ke dalam masyarakat atau bagaimana memiliki kartu tanda.


Siapa yang sebenarnya layak menetapkan taraf setara seorang manusia itu?


Apakah ada suatu keengganan dalam mencari identiti,budaya tegang rasa,menerima dan mewajarkan? Bagaimana membiasakan diri untuk tidak 'alergi' menerima perubahan? Sungguh! Prinsip-prinsip ini telah menjadi begitu kabur dalam manusia.

Bagaimana menjadi manusia?

Aku HARUS tertawa ketika orang-orang bercerita, berbicara, menyapa atau mengunjungi diri.Aku bersedih,menangis,tertawa,gembira mengikuti rentak mereka.Untuk menjadi manusia aku harus mendengarkan,berkomentar,simpati : Aku harus membenci... aku harus mencintai... aku harus TAHU.Seandainya tak ada mereka,seandainya tak ada ikatan.Maka tidak adalah apa-apa.

Seandainya aku bebas tidur di jalanan tanpa malu mempertimbangkan bagaimana menjadi manusia 'aku'.Seandainya aku merdeka mencintai siapa saja,apa saja tanpa harus tahu diri bagaimana menjadi manusia 'aku'.Aku tak kenal siapa saja dan apa saja.Dan setiap orang hanya melihat,sekadar menyapa,memenuhi kehendak masing-masing.

Kemudian selesai..

Aku ragu. Benarkah manusia suka berkumpul dan berserikat.Benarkah mereka masih suka seperti itu hanya untuk bersekutu,membuat kelompok,kumpulan,aliran,fahaman atau pegangan dan prinsip? Apa itu ikatan senasib seperjuangan? Apa itu pengorbanan? Apa erti sebuah setia kawan?

Perasaan... ini yang bertanggung jawab atas perang,pertengkaran,fitnah,cemburu,iri hati.

Bagaimana menjadi manusia?

Seberapa mungkin manusia melupakan keluarga dan sahabat-sahabatnya? Seberapa mungkin menjadi seperti 'itu' dan anggap mereka sebagai orang asing? Tak mudah terpengaruh atau bagaimana dunia adalah untuk kita bersama. Bahkan bagaimana jika tak ada istilah 'perasaan'?

Bagiku, ini semua adalah rancu. Aku tak dapat mungkin mencerna seisinya. Mana mungkin fikiran yang telah ditetapkan hati, yang sudah dibeban pengaruhi, boleh kembali seperti itu? Merubah semuanya adalah merubah setiap yang ada. Sampai bila-bila pun... Tapi, aku selalu berharap demikian. Aku tegar. Aku adalah manusia tapi aku tak mahu menjadi sesuatu yang tak mungkin aku boleh jadi. Aku adalah manusia yang tak harus tahu bagaimana menjadinya.

Aku tak ingin ada manusia lain atau aku ingin manusia ada yang 'lain-lain (egois mungkin). Dan bagaimana itu adalah ukuran manusia dan kesempurnaannya : masih tidak terjawab.

Benarkah kita begitu jadi penakut dalam kesepian? benarkah kita begitu jadi pengecut dalam kesendirian? Benarkah kita begitu liar dalam ketidak-teraturan?

Apakah pada dasarnya manusia adalah 'tidak sempurna'? Tak punya perasaan yang cukup, suka menyakiti dan selalu berfikir ke belakang? Apakah manusia adalah kutukan, hingga mesti lahir kata etika,norma,sopan santun hingga harus ada pegangan,prinsip dan hukuman? Semua inilah DIANDAIKAN mampu merubah segala keburukan itu? ATAUKAH malah sebaliknya? Kerana etika,norma,kerenah dan perangai : manusia menjadi buruk?
Atau paling tidak mereka jadi kenal dan memahami dimana segala keburukan terjadi?
Kemudian dari sinilah dimulai titik perbezaan itu.

TEPATNYA menyesuaikan terhadap apa yang dianggap 'baik' oleh manusia-manusia ini, sehingga ada 'kami' melawan 'selain kami', aku melawan kalian, dan akhirnya kita menjadi seperti hari ini?

Bagi aku, ini adalah kehidupan. Tapi aku selalu berharap demikian. Mungkinkah manusia hanya berpegangan dengan tanpa keyakinan? atau mungkinkah kita hanya manusia dengan tanpa apa-apa pun? soalnya... masing-masing. Bukan sebatas menang sahaja. Di dalamnya adalah bagaimana dan bila!

Kalau begitu akhirnya yang selalu, persoalannya juga akan sama.

Manusia akan tetap manusia kalau tidak sanggup BERUBAH.


P/S :
nasihat buat diri sendiri dan buat semua yang ada dalam diri

Setiap orang akan baik dalam keyakinannya masing-masing. Dan begitu tertutup menerima kesalahan orang lain. "Kerana kami adalah yang terbaik, maka yang selain kami tentu sahaja tidak baik". Sebab apabila semua rasa mereka yang terbaik, mereka akan bingung... dimana letak guna perasaan yang mereka yakini dan ada di dalamnya.

Begini. Hakikatnya,aku malas melayan dan menjadi manusia seperti itu...

Selasa, Mei 17, 2005

Saksi aku sendiri

butir-butir bintang
yang menyusun pagar langit
telah simpan perit jerih
tidak mampu lagi aku tapi halus jarum itu
masih memburu.

...hingga ke balik-balik kehampaan
mata ini sering terbias
kesempitan
kesekian kalinya
terundak memapah sesalan penuh luka
di pundak sajak
sajak dan puisi ini : rahsia yang selalu terhitung
lebih renta dari usia dusta
saat paling gentar menginginkan adalah ketika ranting semangat
memeluk dari dari setiap sudut
sebelum harapan menyiangi jejak bulan
dari kubang kenangan
yang pelan-pelan ruyup
dan melangkah ke tepian angan
menjura sekarat mimpi.

sisip rindu
yang tak pernah sampai
mungkin dada akan terus gelora
di atas pualam hati,kejutkan aku dalam hidup !
serupa amsal rintik embun di ubun karang
dalam kisah penglipurlara
yang menggali liang kuburnya sendiri
setakzim malam
dan seintai pagi.

Khamis, Mei 12, 2005

IT IS MY DESTINY .
































































STAR WARS EPISODE III : REVENGE OF THE SITH

... and the saga is complete


Being a journalist/writer for a living has its own benefit. To be a member of the press, I've got the privilege to watch the advance screening today and it was an astonishingly + overwhelmed feeling ! And here's my comprehensive view of the epical movie.

This is the most savage and despairing of the "Star Wars" movies. The surviving Jedi knights are forced into exile, and the Empire consolidates its evil power. This glimpse of intergalactic hell inspires moments of epic grandeur that haven't been felt since the original trilogy. It's hard not to feel that Geogre Lucas's engagement with this story has a contemporary urgency, as line after pointed line invites us to see a parallel with today's wartime climate. As the Senate cedes power to Palpatine under the guise of intergalactic security, Natalie Portman's Princess Padme exclaims bitterly, "So this is how liberty dies—to thunderous applause."

( ...can't reveal further than this as SPOILER is heavily contained )

28 years after Star Wars Episode IV : A New Hope (1977), the curtain finally falls. It started by remixing myriad old Hollywood formulas into a hyperspace hybrid that felt new. Now, at the end, this formula has inevitably become old-fashioned itself. For all the technological changes Jedi Master Lucas has embraced, his wide-eyed, childlike approach to storytelling—cute robots, scary villains, selfless heroics, uncanny wisdom and wild roller-coaster rides through space has remained the same. You can argue whether it's for better or worse. What you can't argue with is that he's stayed true to his vision, and that that vision has changed the cultural landscape irrevocably.


For all on May 19th ... MAY THE FORCE BE WITH YOU !

Rabu, Mei 11, 2005

" Attack of the Budak Tadika "

tengah syok-syok layan komik kat opis,tetiba ada serangan mengejut yang tidak terduga dari bala tentera berbaju pink... hasilnyer : rusuhan yang membuatkan semua orang panik.Teringat balik masa time aku kecik dulu,buat lawatan gi Zoo Negara sampai sesat-sesat.Tapi seronok tengok budak kecik keliling ... seronok !!!

SPOILER : Buat pertama kalinyer, gambar aku berambut pendek dipersembahkan kepada tatapan umum.





















haaa ... abang Gayour akan menunjukkan cara-cara menconteng yang betul.






















... terer betul abang ni lukis gambar telur kan?kan?kan?






















... berani la usik mainan abang tuh, nanti abang tunjuk magic 'budak terbang' !

Isnin, Mei 09, 2005

Masih tidak pulih … langsung bait ini yang termain di ingatan :

Kamu seperti hantu
Terus menghantuiku
Ke mana pun tubuhku pergi
Kau terus membayangi aku

Salahku biarkan kamu
Bermain dengan hatiku
Aku tak bisa memusnahkan
Kau dari pikiranku ini

Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu
Kau tulis namamu

Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku

- DEWA

( diam-diam terfikir lagi tentang mimpi itu selalu sahaja indah ... tapi kalau mimpi itu jadi ke’betul’an ?? )

Pada malam ketika rembulan mengikat janji pada bintang-bintang
Aku berkata sendiri, ”tidakkah kau melihatku dengan mata hatimu?”
Aku adalah manusia itu yang keluar dari khayalan membawa secercah harapan
Kubawa serta semua yang terdahulu
Dan kau... mereka... membuta mata.
“Apakah selalu itu yang diharapkan?” ( bertanya ).
aku tidak jawab,
kerana hati melahirkan aku untuk bertanya.
Aku berjalan ke setiap sisi dunia dan sudut jalan.
Kuukir nama itu dengan rendah hati pada dinding-dinding rasa, dahan-dahan perasaan dan batu-batu kalimah jiwa.


... hingga takdir membawaku kembali


“tidakkah kau melihatku dengan mata hatimu?”
“apakah harapan itu yang selalu dibawa ?”

jika perjalanan telah membuat aku merasa asing dan sepi... dan kesesalan telah kering, hingga duka hati hanya jadi sia-sia. Maka biarkan mata itu terpejam untuk sejenak, menutup pandangan akan peristiwa yang selalu ada dan menyakitkan. Biarkan fikiran tertidur, melupakan masa lampau yang senantiasa menghantui dan ingin kubenam di malam paling kelam !!!

biarkan semuanya mengalir pada sungai waktu, melewati lampiran mimpi, melepasi kefanaan penuh luka.

Biarkan.

... tapi jika kelak kita kembali bertemu di persimpangan jalan itu, engkau harus jawab satu pertanyaanku : " dimana telah kau dan aku buang kisah itu? "

Sabtu, Mei 07, 2005

Buat dia yang buat aku rasa 'sedar'...

Aku tak pernah bertanya pada kau atau diri aku sendiri
begitu saja aku susuri engkau dengan kesetiaan pada hidup.
Sesetia pagi yang tekun mempertemukan hari.
Selalu aku tempuh engkau dengan naluri dan nekad hati
meski sebelum larut malam kau tak pun surut
kerana mimpi itu senantiasa indah.

Engkau harapan jiwa yang terusan berkilau
dilulur sinar matahari dan rembulan,
mewarisi dambaan dan kenangan,
bahkan rela menampung larat kerinduan.

Engkau memang sering dipandangan dan kerap jadi semangat dalaman.
Malam inipun, kuhunus jiwaku seruncing mata hati
agar tunjang engkau dari aku tanpa jarak, sebab betapa
kusadari keseharian yang melahirkan rasa itu,
kemungkinan dan harapan,
menemukan titik-titik gelap terangnya di wajah.

Meski engkau seketika yang tak selentur garis perasaan
aku masih asyik saja memilihmu, menempuhmu di antara seribu pilihan jalan.

p/s: terima kasih sebab masih ingat ... buat hari-hari penuh keindahan. BEST giler dapat 'contact' tu balik.

; )

Khamis, Mei 05, 2005

The thing about working in -- and to all intents and purposes, because for much of the day it's the only warm place in the office, living in -- an ancient writing method, is that your mind runs along strange and unusual lines. It's a bit like being haunted (or possibly possessed) by generations of crackpot artists and writers .

In real life I don't do the 9 to 5,6 days a week routine. It wouldn't occur to me to do it more than 24/7 all around. Or possibly doubling that, if I needed any extra income.

In real life I don't ever think "Hmm, those cash in my pocket smell slightly sweetish, as if they're just past their prime. I think I ought to spend them up and waste them slowly in a very uncommon manner." Honestly, I could go for years without having that sort of thought cross my mind. But when you're living in my world, it seems sort of natural.

Right. Hitting the computer keyboard again.

Blog Archive

Cari Blog Ini

Dikuasakan oleh Blogger.

A Block of Text

A Block of Text


Hi. Saya kenal anda. Mungkin anda tidak kenal saya. Tiada masalah. Mari berkenalan!

About Me

About Me

Blogger templates

ENTRI TERBARU

Daya dan dalih.

Dengan adanya semangat yang sedang membara di dalam diri sekarang ini, maka tidak ada alasan lagi untuk aku berdolak-dalik atau melengahkan ...