Masih tidak pulih … langsung bait ini yang termain di ingatan :

Kamu seperti hantu
Terus menghantuiku
Ke mana pun tubuhku pergi
Kau terus membayangi aku

Salahku biarkan kamu
Bermain dengan hatiku
Aku tak bisa memusnahkan
Kau dari pikiranku ini

Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu
Kau tulis namamu

Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku

- DEWA

( diam-diam terfikir lagi tentang mimpi itu selalu sahaja indah ... tapi kalau mimpi itu jadi ke’betul’an ?? )

Pada malam ketika rembulan mengikat janji pada bintang-bintang
Aku berkata sendiri, ”tidakkah kau melihatku dengan mata hatimu?”
Aku adalah manusia itu yang keluar dari khayalan membawa secercah harapan
Kubawa serta semua yang terdahulu
Dan kau... mereka... membuta mata.
“Apakah selalu itu yang diharapkan?” ( bertanya ).
aku tidak jawab,
kerana hati melahirkan aku untuk bertanya.
Aku berjalan ke setiap sisi dunia dan sudut jalan.
Kuukir nama itu dengan rendah hati pada dinding-dinding rasa, dahan-dahan perasaan dan batu-batu kalimah jiwa.


... hingga takdir membawaku kembali


“tidakkah kau melihatku dengan mata hatimu?”
“apakah harapan itu yang selalu dibawa ?”

jika perjalanan telah membuat aku merasa asing dan sepi... dan kesesalan telah kering, hingga duka hati hanya jadi sia-sia. Maka biarkan mata itu terpejam untuk sejenak, menutup pandangan akan peristiwa yang selalu ada dan menyakitkan. Biarkan fikiran tertidur, melupakan masa lampau yang senantiasa menghantui dan ingin kubenam di malam paling kelam !!!

biarkan semuanya mengalir pada sungai waktu, melewati lampiran mimpi, melepasi kefanaan penuh luka.

Biarkan.

... tapi jika kelak kita kembali bertemu di persimpangan jalan itu, engkau harus jawab satu pertanyaanku : " dimana telah kau dan aku buang kisah itu? "

Ulasan