' Mengikhlaskan Hujan Turun Malam '


aku temui runcing cahaya yang berteduh, tidak mahu masuk ke dalam rumah. Meski jendela terus saja terbuka menerima cuaca namun segantang harapan lambat berpijar; mengakar-akar mimpi yang tawar --- “siapa yang percaya, jika esok matahari tidak lagi singgah?” ...

tanya : suatu ketika maka aku harung sendiri pertemuan diri ... berharap akan jadi tunas muda, menulisi segala luka, sampai mimpi kembali terjaga jendela itu adalah sebuah ruang di mana dapat ditemui lembar-lembar cahaya. Jatuh di atas diri yang memucat seperti daun yang kering meminta hangat dan rangkai, sajalah kata-kata yang lama baur supaya kenangan tak lagi hambur kerana setiap ratapan dijendela selalu saja merasa ada yang terkubur.

... suatu hari nanti.



Tentang jiwa yang terluka, tentang kejujuran, keinginan dan impian pada kehidupan mata air yang mendatang. Seperti … GETAR JIWA MERONTA !

Ulasan